Populasi tinggi
Tanam rapat dalam baris untuk memaksimalkan hasil per satuan lahan.
Panduan lapangan interaktif untuk budidaya padi modern yang produktif, efisien, dan berkelanjutan—mulai dari persiapan lahan hingga panen.
Satu sistem budidaya yang menggabungkan teknologi, data, mekanisasi, dan pengelolaan presisi.
PM-AAS adalah sistem budidaya padi modern yang memanfaatkan teknologi, data, mekanisasi, dan pengelolaan presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha.
Tanam rapat dalam baris untuk memaksimalkan hasil per satuan lahan.
Tabela tanpa persemaian untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga.
Pengolahan tanah, tanam, pemupukan, pengairan, dan panen didukung mesin.
Irigasi berselang atau Alternate Wetting and Drying (AWD).
Pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanah dan tanaman.
Pengamatan dan pengendalian aman, efektif, dan berdasarkan ambang ekonomi.
Klik setiap prinsip untuk membuka penjelasan operasionalnya.
Gunakan jarak rapat dan teratur dalam baris agar populasi tanaman meningkat tanpa menghilangkan keteraturan pengelolaan.
Manfaatkan teknologi digital untuk tenaga kerja, sarana produksi, dan irigasi agar biaya usaha tani lebih terkendali.
Gunakan traktor, land leveler, rotavator, drone, drum seeder, direct seeder, dan combine harvester sesuai skala lahan.
Kelola usaha tani secara profesional pada skala luas dengan manajemen yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Gabungkan populasi tinggi dengan pengelolaan intensif hara, irigasi, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Sesuaikan penerapan dengan kondisi agroekosistem, terutama lahan datar, luas, dan memiliki irigasi teknis.
Ikuti tahap secara berurutan untuk mencapai hasil lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan usaha yang lebih berkelanjutan.
Lahan subur, rata, mudah diairi, dan siap tanam.
Lahan rata dan tidak miring; air cukup; pematang kuat; jerami terurai baik; keong terkendali.
Tanah lembap dan gembur, tidak becek; air meresap dan akar berkembang baik.
Genangan memicu akar busuk dan bibit mudah rebah.
Tanah keras mengganggu kecambah; gulma merebut nutrisi, air, dan cahaya.
Sesuaikan varietas dengan lahan, ketahanan, dan tujuan hasil.
Malai lebat, batang kokoh, dan perakaran kuat.
Tahan rebah, HDB, dan blas—terutama pada tanam rapat dengan kelembapan tinggi.
Anaerobic germination tolerance dan potensi hasil di atas 10 t/ha menjadi kriteria penting.
| No | Varietas | Potensi hasil (t/ha) | Keunggulan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Padjajaran | 11,00 | Potensi hasil tinggi | Sawah dan tadah hujan |
| 2 | Inpari 42 GSR | 10,58 | Potensi hasil tinggi dan tahan rebah | Sawah, tadah hujan, dan rawa pasang surut |
| 3 | Inpago 12 Agritan | 10,20 | Potensi hasil tinggi | Sawah dan gogo |
| 4 | Cakrabuana | 10,20 | Sangat genjah dan tahan rebah | Sawah dan tadah hujan |
| 5 | Inpari IR Nutri Zinc | 9,88 | Tahan rebah dan blas, Zn tinggi | Sawah |
| 6 | Inpari 33 | 9,81 | Tahan WBC | Sawah |
| 7 | Inpari 49 Jembar | 9,57 | Turunan Ciherang | Sawah dan tadah hujan |
| 8 | Inpari 50 Marem | 9,69 | Tahan blas | Sawah |
| 9 | Cisaat | 9,33 | Tahan kering | Sawah dan tadah hujan |
| 10 | Mantap | 9,10 | Tahan HDB | Sawah dan rawa pasang surut |
| 11 | Inpari 32 HDB | 8,42 | Tahan HDB | Sawah khusus musim kering (musim hujan rebah) |
| 12 | Inpago 13 Fortiz | 8,11 | Tahan kekeringan dan blas, Zn tinggi | Sawah dan gogo |
| 13 | Inpari VTE 13 | 8,00 | Tahan HDB | Sawah dan tadah hujan |
Tanam benih langsung tanpa persemaian untuk efisiensi waktu, biaya, dan tenaga.
Gunakan benih bermutu dan hitung kebutuhan berdasarkan luas lahan.
Ikuti dosis pada label produk. Dokumen memberi contoh trisiklazole, karbosulfan, dan karbofuran sesuai tujuan perlakuan.
Acuan umum—tepat dosis dan waktu untuk tanaman sehat dan hasil optimal.
Tabur merata ke seluruh lahan untuk menjaga kesehatan tanah.
Semprot seluruh tanaman, terutama daun dan batang. Cair: SiO₂ ≥10%; padat: sesuai dosis anjuran, SiO₂ ≥20%.
SP-36 menurut status P tanah: rendah 100 kg/ha; sedang 75 kg/ha; tinggi 50 kg/ha.
Memperkuat jaringan dan meningkatkan fotosintesis.
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.
Tabur merata di sekitar tanaman untuk mendukung anakan produktif dan pertumbuhan lanjut.
Meningkatkan kualitas bulir dan kekuatan batang.
Tabur merata di sekitar tanaman untuk mendukung pengisian malai dan peningkatan hasil.
Aplikasi fase vegetatif menggunakan auksin dan sitokinin; fase generatif menggunakan giberelin.
Perhitungan otomatis berdasarkan luas lahan dan kalender pemupukan acuan umum.
Irigasi berselang atau Alternate Wetting and Drying (AWD).
Air belum mencapai batas irigasi untuk tanah liat/lempung.
Pipa/paralon diameter 10–15 cm (PVC 4–5 inci), panjang sekitar 30 cm, dengan bagian berlubang mulai 15 cm di bawah permukaan tanah.
Mengurangi penggunaan air irigasi sekitar 20–30% dibanding genangan terus-menerus.
Menghemat biaya pengairan dan tenaga kerja.
Tanaman lebih tahan stres dan tetap mendukung hasil optimal.
Lakukan AWD bertahap, pantau cuaca dan jenis tanah, serta hindari kekeringan berlebihan saat inisiasi malai sampai berbunga.
Kenali OPT, pantau populasi, tindak tepat, hasil hebat.
Pemantauan rutin mencegah kehilangan hasil, menghemat biaya pengendalian, menjaga lingkungan, dan mendukung produksi berkelanjutan.
Pantau lagi dalam 3–7 hari.
Kendalikan sesuai rekomendasi.
Lakukan minimal satu kali seminggu pada sedikitnya 10 titik secara zig-zag per petakan. Catat jenis OPT, populasi, dan luas serangan.
Tepat waktu, tepat cara, hasil maksimal.
Di bawah 80–85% bulir kuning: gabah hijau masih banyak, hasil rendah, mutu kurang.
80–85% bulir menguning: gabah matang optimal, hasil dan mutu terbaik.
Di atas 85% kematangan: gabah mudah rontok dan mutu menurun.
Simpan gabah di tempat bersih, kering, sejuk, dan tidak lembap. Gunakan alas terpal/anyaman dan bersihkan kotoran sebelum disimpan atau dijual.
Panen terlalu awal; panen terlalu lambat; kecepatan mesin tidak sesuai; pemotongan terlalu rendah; gabah basah dibiarkan terlalu lama.
Gunakan untuk perhitungan awal di lapangan. Tetap cocokkan dengan kondisi aktual dan panduan dokumen.
Acuan 70–80 kg per hektare.
Masukkan persentase bulir kuning dan kadar air.
Tandai saat selesai; status tersimpan otomatis.
Sepuluh pertanyaan singkat untuk menguji pemahaman materi inti.
Acuan kebutuhan benih dalam buku saku adalah 70–80 kg/ha.
Tanah harus lembap dan gembur, tetapi tidak becek.
Batas acuan tanah liat/lempung adalah 15 cm; tanah berpasir 5 cm.
Kalender pemupukan mencantumkan NPK majemuk ke-1 sebesar 300 kg/ha.
Pengamatan dilakukan minimal pada 10 titik dengan pola zig-zag.
Rentang 80–85% bulir kuning memberi hasil dan mutu terbaik.
Pemotongan terlalu rendah membuat terlalu banyak jerami masuk ke mesin.
Pengendalian dilakukan setelah ambang tercapai; jika belum, lanjutkan pemantauan.
Buku saku menyebut penghematan sekitar 20–30% dibanding genangan terus-menerus.
Utamakan budidaya dan musuh alami; gunakan pestisida bijak dan rotasi bahan aktif.
Buka setiap halaman untuk melihat infografis, tabel, ilustrasi, dan susunan asli buku saku.
Buku Saku Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) 2026, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian. Konten HTML ini menata ulang informasi agar mudah ditelusuri tanpa mengubah angka, istilah, dosis, ambang, dan urutan pokok dokumen.
Andi Amran Sulaiman; Fadjry Djufry; Husnain; Haris Syahbuddin; Amin Nur; Arief Rachman; Rima Purnamayani; Ibrahim Adamy Sipahutar; Wage Ratna Rohaeni.
Elita Rahmarestia Widjaya; Nuning Argo Subekti; Zahara Mardiah; Rina Hapsari Wening; Zaqiah Mambaul Hikmah.